Identitas & Kehormatan Desa

Jejak Langkah
Desa Kami.

Menelusuri sejarah, memahami visi, dan mengenal pimpinan yang berdedikasi untuk Desa Tunggorono.

Legacy & History

Catatan Waktu
Desa Tunggorono

Desa View

Arsip Visual

S Tunggorono adalah desa di kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Desa Tunggorono terletak kurang lebih 4 kilometer dari pusat kota Kecamatan Kutoarjo dan sekitar 16 kilometer dari ibu kota Kabupaten Purworejo. Desa ini dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Angkutan umum yang melewati desa Tunggorono adalah angkudes Jalur 4 yang melayani rute Kutoarjo-Kemiri- Pituruh.

Sejarah asal usul desa Tunggorono menurut salah satu tokoh dan sumber yang akurat bercerita. Berawal dari seorang punggawa Kasunan Yokyakarta yang menyingkir / mengembara, yang berpangkat Tumenggung dengan nama Tumenggung Brojoduto. Dari mengembara tersebut Tumenggung Brojoduto menikahi seorang gadis anak demang didaerah gowong, kemudian dari hasil pernikahan tersebut mempunyai putri yang kemudian menikah dengan seorang Tumenggung Wongso Dirono. Tumenggung Wongso Dirono mempunyai keahlian mengukir. Baik Tumenggung Brojoduto dan Tumenggung Wongso Dirono menghabiskan masa hidupnya di desa Gowong kecamatan Bruno kabupaten Purworejo. Dan sampai sekarang makamnya masih dirawat dan terjaga.

Tumenggung Ki ukir wongso Dirono memiliki salah satu putra yang sakti, putra beliau mempunyai kegemaran mencari Ilmu/mengaji sehingga oleh masyarakat sekitar dijuluki ki Brengos yang berarti Kobere Ngaos.
Suatu ketika ki Brengos ingin mengembara karena hanya sungai satu-satunya jalan yang bisa mudah dilewati, ki brengos kemudian mengembara dengan cara menaiki sebatang kayu besar. Dari sungai gowong kayu tersebut hanyut menyusuri sungai berkilo-kilo meter jauhnya, akhirya kayu tersebut berhenti disuatu tempat. Untuk mengenal tempat berhenti beliau berpesan untuk dinamakan bugel dan hingga sekarang menjadi Pedukuhan bugel.

Setelah terdampar didaerah tersebut beliau berdakwah menyebarkan agama islam pada masyarakat sekitar. Rupanya ayah beliau mengetahui kegiatan anaknya. Maka Tumenggung ki Ukir Wongso Dirono mengirim kerangka masjid yang terbuat dari kayu sadang lewat jalur sungai, sembari berucap “ Tak Kirimi kayu iki nek mandek Tunggonono ”
Konon cerita kayu tersebut berhenti di Sungai tempuran, maka untuk mengenang tempat berhentinya kayu kerangka masjid tesebut. Ki Brengos mengatakan pada masyarakat sekitar “ panggonan iki tak jenengke Tunggorono “.

Sebagai bukti sejarah dan cerita ini masjid tunggorono kerangka masjid masih asli dan berdiri kokoh hingga sekarang. Ki Brengos menghabiskan masa hidupnya didesa Tunggorono. Kemudian oleh masyarakat sekitar dijadikan pepunden ( Tauladan ). Makam beliau ada dilereng gunung kasatrian yang terletak didesa Tunggorono kecamatan Kutoarjo dan samapai sekarang makam tersebut masih terawat dengan baik oleh masyarakat sekitar.

Informasi Lokal Terkait

Kecamatan

Kutoarjo

Kabupaten

Purworejo

Provinsi

Jawa Tengah

Kode Pos

54212

Future Outlook

Visi & Misi Strategis

Visi Utama

"Mewujudkan Desa Tunggorono yang Maju dan Sejahtera."

Misi Pembangunan

  • Membangun infrastruktur desa yang merata dan berkualitas.

  • Meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis digital.

  • Memberdayakan UMKM dan potensi ekonomi kreatif lokal.

H. Supartono, A.Md
The Leadership

H. Supartono, A.Md

Kepala Desa Tunggorono

"Kepemimpinan adalah tanggung jawab untuk melayani. Fokus utama kami adalah memastikan setiap warga Desa Tunggorono merasa terlindungi, terlayani, dan bangga akan tanah kelahirannya."

Status Jabatan

Aktif Menjabat

Lokasi Kantor

Balai Desa Tunggorono

Informasi lebih lanjut mengenai tata kelola desa?

Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah